Dear Life, Affection, Hate and all ever happen...

Sunday, November 4, 2018

Home Sweet Home
3:55 PM0 Comments
Penampakan Rumah asli dari developer, sebelum renov :)
Tulisan kali ini akan berkisah tentang rumah. Iya rumah milik sendiri yang jadi impian bahkan sejak sebelum menikah.

Flashback, pas belum nikah itu udah kayak yang pengeeen banget punya rumah sendiri, padahal motor blom kelar cicilannya, tapi udah excited kalo ada info harga2 rumah di perumahan dengan rincian kprnya, syarat-syaratnya. Kerja juga bukan yang gajinya gede gimana, kan ya guru honorer sekolah swasta gitu loh.. Hihi.. Dasar sang pemimpi ya beginilah..

Sampai pada suatu ketika, seorang teman baik, teman ngajar, yah kalo dibilang teman sih usianya jauh lebih tua sih. Namanya guru, gaulnya ya sama bapak ibu guru lah ya. Beliau Waka kurikulum saat itu dan tentu saja sudah berpengalaman dan berkeluarga. Dia menyampaikan hal yang buat aku langsung, oh iya ya.. Dia bilang gini, "Omah sek, opo omah-omah sek?" in javanese x)
Kalo di Bahasa Indonesiakan ya artinya sih mau beli rumah dulu, apa berumah tangga dulu?

Perkataannya amat sangat ada benarnya. Karena apa? Kalau sudah menikah itu pasti akan lebih terarah, kayak mau beli rumah dimana? Ke depannya gimana? Dan tentu saja biaya akan jauh terasa ringan karena ditanggung bersama. Menikah seperti membuat mimpi itu menjadi lebih mudah.

Dan setelah menikah, memang aku dan suami sudah komit mau mandiri. Seminggu pasca nikah udah langsung keluar dari rumah orang tuaku. Kita kos di daerah Arjosari, masih rumah salah seorang kerabat baik kami.

Menikah di bulan April 2014, akhir tahun 2014 akhirnya menggalau saat diberi cerita oleh kakak sepupu soal dia mau ambil rumah di daerah Singosari, lumayan deket juga dari rumah orang tua aku. Mulai lah lihat-lihat lokasi, lihat rincian harga DP dan angsuran KPR, dsb.

Mulai membicarakan serius dengan suami, berpikir cukup lama, dan akhirnya kami bismillah memutuskan untuk mau deal rumah tsb yang masih indent dan sebelum harganya naik pada bulan berikutnya. Karena lokasi perumahan yang juga cukup dekat dari rumah orang tua dan tempat kerja kita saat itu.

Rumahnya semua belum dibangun, masih baru ada beberapa rumah contoh di lahan calon perumahan. Karena itulah uang muka atau DPnya boleh diangsur 10x, yang akhirnya kami nego sekalian jadi 12x. Satu tahun waktu yang insyaallah mumpuni untuk membayar uang muka.

Kami bukan orang kaya, gak pakai uang orang tua (bahkan orang tua belum diberitahu apapun soal rumah saat itu), kami pun mulai mengatur sebaik-baik pemasukan kami berdua untuk bisa memenuhi cita-cita kami saat itu.

Waktu itu gaji kami berdua yang kalau digabungkan rasanya seperti tidak cukup untuk menyicil DP  dan biaya hidup kami, kos dsb. Tapi begitulah rejekinya orang yang sudah menikah itu ada saja.. Alhamdulillah, dengan segala upaya kami berhasil memenuhinya.

Kabar baik untuk perekonomian kami saat pengumuman diterimanya aku jadi cpns di bawah kemenristekdikti.. Walau berat karena harus LDR dengan suami, sejak Agustus 2015 :(
Sempat juga terjadi gagal bayar karena gajiku sebagai aparatur sipil negara belum bisa dibayarkan karena menunggu SK yang tak kunjung turun.. Dan aku meminta kemudahan kepada pihak developer untuk bayar double saat gaji sudah turun nanti. Rapelan..

Dan Alhamdulillah.. akhir tahun 2015 pun uang muka bisa terlunasi..

Hihi..

Perjuangan banget bagi kami, ya kami emang bukan old money lah.. not crazy rich people.. x)

Padahal itu kami udah memilih yang paling murah, supaya sesuai kemampuan kami. :)

Soal rejeki yang ada aja setelah nikah dan dari sumber yang tak disangka-sangka itu nyata adanya.. Aku sempet makelari saudara sendiri yang mana dia punya barang dagangan elektronik dari kantor kerjaan dia, Denpoo. Barang reject dari toko yang masih berfungsi dengan baik, jadi kita bisa jual dengan harga di bawah harga pasar. Waktu itu mesin cuci sih. Dan keuntungannya per buah lumayan bangett.. Gak nyangka bakal jadi makelar mesin cuci waktu itu.. :))

Jualan baju online juga jalan, udah cukup lama kerjasama dengan kawan baik di PPGT dulu, Arum.

Sekitar awal 2017 kalau gak di pertengahan 2016, mulai memberitahu orang tua perihal rumah. Mengajak mereka melihat-lihat lokasi perumahan. Posisi udah lunas DP pokoknya..

Pas deal dulu banget itu aku inget, kalau ambil rumah yang paling belakang di blok G. Alasannya sih, kalau dibangunnya paling terakhir2 kan enak kita bisa agak rubah dikit atau custom. Ndilalah itu blok paling belakang, karena belakangnya sungai kering dan masih mau dibangun plengsengan, bangunannya pun entah kapan akan dibangun. Jadi dengan saran dari bapak aku juga, akhirnya pindah blok deh kita. Dan lihat-lihat, emang dah dikasih pilihan waktu itu kita dengan tipe dan luas tanah yang sama bisa pindah di blok berapa. Dan fix akhirnya pindah ke Blok E6. Rumahnya sudah jadi waktu itu. Base ya, rumah dari perumahan itu dibangun ya sesuai yang dijual. Waktu itu tipe 30/66. Luas bangunan 30, luas tanah 66. Lebar depan 6 meter. Rumah inti dengan ruang tamu, 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi yang sudah berdiri. PRnya kita kalau uda mau nempati ya nutup atau nembok belakang sisa tanah yang jadi batas dengan tetangga. Juga bikin teras, kanopi dan pagar depan.

Setelah membayar realisasi, lalu finishing dari pihak developer terselesaikan, listrik dan air sudah terinstalasi. Kita pun meminta kunci. Iya mau ditempati dulu kan, daripada rumahnya makin rusak karena kelamaan berdiri dan tidak kunjung ditempati. Dan memang, kondisi perumahan waktu itu masih sepi. Hanya blok paling depan yang sudah berpenghuni. Blok E itu udah blok yang bisa dibilang paling belakang memang..

Bulan April 2017, saat itu aku hamil uda 5 bulanan, kita pun pindah syarat. Kondisi rumah apa adanya, masih belum renov. Pokoknya ditempati dulu, kalau tiap harinya kan suami sendirian, baru sama aku kalo pas weekend.. Jadi belum perlu dapur banget lah.
1 April 2017, syukuran pindahan
Seminggu setelah pindahan keluarga Pasuruan pun juga datang
Hanya dengan keluarga inti saja, Bapak, Ibu, Adek-adek, kita secara sederhana melakukan proses pindahan dan syukuran makan-makan sendiri saja di rumah baru itu. Sehari sebelumnya, hemm, tepatnya pas tanggal merah sih, kita udah nyicil mindahin barang2 dari rumah kos arjosari ke rumah baru. Nyicil bersih-bersih dan menata barang yang ternyata lumayan juga :)) Ya soalnya kan belum ada dapur juga, jadi tetek bengeknya dapur sementara masuk di kamar belakang. Kamar depan yang buat kasurnya. Alhamdulillah.. jadi penghuni perumahan pertama di blok tersebut saat itu x)
Penampakan kamar depan
Waktu berjalan.. Dan Alhamdulillah dapat rejeki. Masih di tahun 2017, Bapak yang mendapat uang hasil jual rumah keluarga di Malang yang dulunya ditempati oleh Tante Rina, membagi rejeki kepada aku dan mbak Vit di Jember. Khusus untuk aku, uangnya dirupakan untuk menutup rumahku. Bikin dapur di sisa tanah belakang sambil buat tembok juga, nambah kamar 1 dan jemuran di lantai dua atasnya dapur. Selain itu bikin teras depan, kanopi dan pagar. Walaupun memang belakang belum sampai finishing. Pokoknya bisa difungsikan dulu untuk dapurnya. Wah.. dengan pekerjaan seperti itu, aku pun tak tinggal diam. Karena yakin deh, pasti habisnya lebih banyak. Tapi namanya Bapak, gak mau bilang mesti. Bilangnya masih ada uangnya.. Emang kasih orang tua sama anak itu ya, tak terhingga sepanjang masa.. Love Bapak.. Cuman tau diri dong ya, tiap bulan kalau ada rejeki yang terkumpul, aku transfer atau langsung cash ke Bapak. Beberapa kali 3 juta per bulan waktu itu.
Proses membangun sisa lahan di belakang

Teras dan kanopi waktu baru dibuat
Alhamdulillah..

Lalu ada rejeki lagi, di tahun 2018. Ada uang ngumpul aku transfer Bapak, pokoknya gitu. Aku berencana finishing dapur, karena Raffa semakin aktif, jadi biar kalau main di belakang sudah bersih. Gak yang masih tanah gitu.. Jadi kotor-kotor. Supaya bisa lebih terang juga rasanya dapur. Karena kalau masih bata gitu berasa gelap juga. Belum diplamir di cat.

Alhamdulillah sampai Oktober kemarin, sudah selesai finishingnya. Masih kurang sedikit karena tukangnya selak dipakai adik buat proyek di Surabaya. Jadi tinggal bawah meja dapur aja yang masih belum kelar,sama tembok area tangga ke atas yang juga belum selesai di variasikan.

Yang jelas Alhamdulillah, karena impian tercapai, satu demi satu. Pelan tapi pasti. Bukankah sungguh Maha Besar Allah. Maha Baik. RencanaNya selalu indah, dan tak disangka-sangka.

Memang tidak langsung sim salabim punya dan perfect gitu ya. Semuanya berproses.

Jadi, kalau kalian pun punya impian untuk punya rumah sendiri, bener-bener beli sendiri, maka mulailah menabung, mencari informasi, memantapkan hati dan juga dikalkulasi. Sesuai kemampuan tidak?

Tulisan ini tentu bukan buat old money yang duitnya gak berseri ya, mereka sih mau punya rumah tinggal tunjuk aja peribahasanya.

Tidak ada yang instan di dunia ini, dan saya selalu percaya dengan kekuatan mimpi. Hasil tidak akan mengkhianati usaha. Dan yang pasti kita selalu berdoa mengharapkan Ridho-Nya. Dan, sesuatu yang berhasil diperoleh dari hasil sendiri, perjuangan, tentu akan terasa lebih bermakna dan ada kepuasan tersendiri.

Semangat ya kalian.. ^^

See you next post! 
Reading Time:

Monday, September 17, 2018

Outbond Kantor ke Jogja
11:57 AM0 Comments
Jumat malam di Jambuluwuk Malioboro bersama Kopertis V Jogja
Well.. udah late post banget sih ini.. Perginya di tanggal 10-12 Agustus 2018 lalu..

Tahun 2017 lalu aku nggak ikut outbond, atau emang g ada ya,, karena masih cuti juga setelah melahirkan Raffa disusul jatuh sakit... 

Waktu diberi tahu akan ada outbond ke Jogja ya, di satu sisi excited, satu sisinya lagi mikir, gak ketemu anak dong.. Ya, balada emak LDR ama anak bojo ya beginilah.. :D

Tapi pas jadwal outbond diedarkan, dan lihat acara di hari Minggu tanggal 12nya adalah free, jadi dengan berpikir cepat, langsung minta ijin ke para atasan dan ketua panitia juga untuk boleh pulang lebih dulu di hari Sabtu malam...

Wah, tiketnya hangus dong, beli tiket sendiri? Begitu tanya Ibu Kabag Kepegawaian pas saya mohon ijin.. Iya bu, gakpapa..

Iya gpp mbak, namanya jg mau ketemu anaknya..

Baiknya orang2 di kantor ini sudah paham juga dengan aku yang jauh ama anak bojo dan jadi pasukan mudik Malang tiap weekend.. hehehe... Jadi kondisiku bisa dimaklumi..

Langsung deh beli tiket via aplikasi Bebas Bayar yang udah sering aku pakai buat transaksi sehari-hari. Memutuskan pulang naik Kereta Malioboro Express yang dari Jogja langsung ke Malang, yang mana jadwalnya untuk malem jam 9an nyampe Malang sekitar subuh jam 4an..

So here we go.. hari Jumat pagi, tanggal 10, kita berangkat bareng naik Kereta Api Ranggajati, jam 9an kurang lebih dari Stasiun Gubeng..

Bersebelahan dengan mb Ganis di KA Ranggajati
For me this is the first time go to Jogja by train.. Pas pertama dulu sama si Mama naik bis.. yang kedua ama ketiga ikut tour Jogja sama SMKN 1 Kepanjen dan juga SMK PGRI Singosari naik bis pasriwisata..

Sekitar hampir Ashar kita sampai di Stasiun Yk, dan dari situ kita naik bus bersama-sama menuju hotel. Well.. Kali ini kita akan menginap di Hotel Jambuluwuk Malioboro Jogja yang lokasinya cukup dekat dengan Malioboro, juga dengan Stasiun.

Sesampai hotel yang mana sekamar berdua ama Yessi, langsung mandi lah ya, trus shalat. Karena masih free time dengan jadwal acara masih akan dimulai habis maghrib nanti, aku ajak teman2 yang mau pergi ke Malioboro sore itu.. naik Go-car :D

Nyempetin berpose di sini xD
Lumayan, bisa belanja oleh2 seperti biasa lah di Malioboro.. Heheh.. Waktu itu aku ama Yessi, Dhidit, mas Yudi, mas Jhovan, mas Tony,mas Sandy yang smua mas mas ini di bagian keuangan.. Mereka kompakan beli kaos putih buat acara Fun Games, Sabtu malam..

Sekitar setengah 6 kita pun balik hotel, shalat, trus ganti baju untuk makan malam dan FGD dengan Kopertis Wilayah V Jogja..

Ter-candid di kegiatan FGD Jumat malam.. 
FGD yang juga diselingi dengan acara santai sambil nyanyi2, berakhir sekitar pukul setengah sebelas malam.. kami pun segera istirahat karena besok harus bangun pagi2 untuk kegiatan selanjutnya :D

Hari kedua, Sabtu 11 Agustus. Kita udah harus siap dan sarapan jam 6 pagi untuk kemudian ke lokasi tubing di Gunung Kidul. Yeah, apalagi kalo bukan ke Goa Pindul.. Udah kesana dua kali, dan karena berbagai alasan, sampai sananya kita cuma ambil trip rafting Sungai Oya aja. Nggak ke Goa Pindul.

Enjoy Breakfast with Yessita, my roommate :D
Diangkut dengan mobil dengan bak belakang terbuka, lalu turun untuk membawa ban besar mulai lah kita saling bergandengan antar ban memulai trip ini.. 

Walaupun udah pernah, ya beda suasana kali ini. Apalagi untuk aku yang habis sakit dulu. Alhamdulillah udah sehat lagi, dan diberi kekuatan untuk menjalani outbond. I feel so blessed..
Menunggu ban datang, pose dulu lah kita

Ini sih ceritanya foto yang difoto :)))
Musim kemarau keadaan sungai Oya tidak sederas biasanya.. Ya agak berkurang lah airnya..
Tracknya juga tidak terlalu lama rafting atau tubing ini..

Setelah mandi dan ganti baju, kita istirahat makan siang dan juga shalat di tempat kita berkumpul datang di Goa Pindul tadi. Ada banyak provider alias yang nyediain layanan Trip Goa Pindul disini. Dan kemarin, kita pakai jasanya Goa Pindul Kang Haris (demikian sih namanya waktu check-in di Path) Nguahahhaha...

Menunya disini kurang lebih sama lah dengan di Provider yang lain, khasnya adalah nasi merah, sayur2an dan lauk tradisional lainnya.. Favorite lah kalo makan disini. Mungkin juga karena udah laper habis berendem pas tubing itu ya.. x)

And the next destination is, Pinus Pengger  dan Puncak Becici. Keduanya sih hampir sama, menawarkan pemandangan hutan pinus yang cantik. Juga spot-spot foto yang dibuat sedemikian rupa menarik.

Pose together at Pinus Pengger
Tongsis tine 
Ambil foto dimana-mana dach
Jalannya lumayan naik-naik, jadi waktu di Puncak Becicinya, udah pada capek. Gak sampai atas semuanya.. Cuma naik dikit, ambil foto dan udah deh, balik..
Puncak Becici
Looking back the childhood
Sore sebelum Maghrib kita udah nyampai hotel.. mandi dan berpikir cepat (lagi) akan go food bakpia untuk oleh2 pulang nanti malam.. Dan pas.. sekitar jam 6 abang go-jeknya udah di lobi nganterin itu bakpia.. Kali ini coba Bakpia Kurnia Sari..

So, setelah siap2 dengan dresscode atasan putih untuk kegiatan malam ini, kita makan malam dulu.
Setelah itu, masih ada satu materi dari Pak Sekretaris LL Dikti mengenai etos kerja sebelum dimulainya Fun Games..
with mb Ganis dan Yessita setelah makan malam before fun games. Yes, dresscodenya white.
Sebelum acaranya selesai, aku minta ijin pulang duluan. Ngambil barang ke kamar, terus nitipin kunci ke resepsionis, lalu pesen go-car ke stasiun..

Belum print boarding pass juga soalnya... x))

And yeah.. finally nyampai Malang sebelum subuh, minta jemput ama adek sepupuku si Zico tak mintain tolong buat anterin pulang karena si Bapak e Raffa cuma berdua aja ama Raffa dirumah, jadi kasihan kalo harus jemput.. hehe..

Yey.. ketemu Raffa.. Nyampe rumah langsung nyuci2 baju.. Sambil cium2in adek Raffa pas dia belom bangun..

Alhamdulillah for everything...

See ya next post :)
Reading Time:

Thursday, July 26, 2018

Cerita Lebaran Pertama Bersama Raffa
2:21 PM0 Comments
Alhamdulillah..

Tahun 2018 ini bisa menikmati bulan Ramadhan dan kemudian berLebaran untuk yang pertama kalinya bersama Raffa, my lovely son, melengkapi kehidupan rumah tangga kami.

Dengan aktifitas seperti biasanya, iya saya ibu bekerja yang harus kerja di luar kota, LDM (Long Disttance Marriage) dengan suami juga anak. Hari pertama puasa sahur sendiri di kos-kosan. Hehe..

Bismillah dengan segala niat dan ikhtiar, aku bisa melaksanakan puasa dengan lancar. Sahur cukup dengan buah-buahan dan air mineral, sejak kenal food combining ini sudah biasa dilakukan. Terasa segar malah badan.. Pencernaan juga lancar..

Menjelang Lebaran, tentu sudah mulai harus merencanakan, kemana saja dan kemana dulu. Jadi bisa bagi waktu seefisien dan sebaik mungkin untuk keluarga yang memang besar dan banyak.

Alhamdulillah, libur lebaran dengan cuti bersama untuk ASN cukup lumayan di tahun ini. Ada kurang lebih 10 hari libur. Yang dimulai tanggal 9 Juni sampai 20 Juni. Masuk aktif lagi tanggal 21 Juni.

Walau sebenernya 9 Juni itu udah Sabtu ya, gak keitung cuti bersama, tapi iya, liburan dimulai saat itu dimana Jumatnya, 8 Juni adalah hari terakhir masuk kantor sebelum liburan dan diakhiri pula dengan buka bersama di kantor. hehe

9 Juni adalah hari lahirku. Kebetulan sih, ada acara arisan keluarga juga di rumah Bapak di Song-song. Jadi sempet dirayain tiup lilin habis buka bareng juga.. Kayaknya udah lama banget enggak ngrayain ultah yang gimana-gimana, soalnya ya biasanya lagi LDR gitu dan pas puasaan.. Paling cuma saling mendoakan aja,. Diingat oleh orang2 tersayang aja udah seneng kok... Lagian udah tua juga.. saatnya lebih ke arah banyak ibadah aja untuk bekal nanti.. Usia gak ada yang tahu.. Dan berusaha lebih baik lagi karena jatah umur sudah semakin berkurang..
Foto di depan Villa sebelum masing-masing pulang
Habis acara keluarga, suami ngajak ke Villa di Batu karena teman2 masa kuliah dia lagi reunian dan nginep disana. Jadi kita bertiga meluncurlah kesana. Dingin beut bok.. haha. Alhamdulillah Raffa kuat. Cuma agak susah boboknya karena agak berisik mungkin ya,, di jalan juga dia sempet bobok..

Aku masih libur gak puasa, jadi gak ikut sahur, dan bangun paginya langsung berjemur aja di taman belakang sama nemenin Raffa maenan di rumput. Sambil nyuapin makan dia juga.

Abisan itu baru mandi, untung ada heater di kamar mandinya, jadi gak kedinginan gitu.. hehe..

Siangan kita semua balik ke rumah masing-masing setelah poto2.

Nyampe rumah masih terasa ngantuk, jadi pada bobok, Sore eh udah dijemput ama Cak Ju dan Mas Dox, mas2nya suami dari Pasuruan. Yeah, kita bersiap mudik sebelum hari H ke Pasuruan dulu.

Lalu, Seninnya, tanggal 11 kita ke Lumajang, minjem mobilnya mbak Cher, masnya suami. Alhamdulillah lancar. Ashar udah nyampe di rumah Budhe. Malemnya, si mbakyuku pun ikut datang meramaikan rumah bareng suaminya dan juga Jalu. Jadi rame deh rumah Budhe..
Waktu di Lumajang nyempetin main di Alun-alun Lumajang, eh ketemu Doraemon.. Foto deh.. :D
Karena libur lebaran kali ini tuh lebih banyak di sebelum Hari H daripad sesudahnya, jadi gitu deh pembagian harinya..
Sayangnya g ada foto bareng2nya.. ini waktu di Vision Vista Lumajang. Sama Rino, mbak VIt, Om Bud dan keluarga

Kami sih di Lumajang sampai hari Rabu tanggal 13 aja, siang balik Pasuruan. Selain karena mobilnya minjem, juga takut macet juga kalo baliknya Kamis. Mepet.. Jumatnya uda Hari Raya.. Dan seperti biasa, Hari Raya pertama kita habiskan di Pasuruan, berkumpul bersama keluarga besar suami.
Happy Ied! Sayang gak foto bareng keluarga besar di Pasuruan, cuma sempet foto sendiri-sendiri
Dan hari berikutnya, Sabtu tanggal 16 Juli, masih di Pasuruan dan bersiap akan ke Malang bareng Mbak Vivit dan mas Eric yang bertolak dari Lumajang juga akan menuju Malang. Jadi kita tunggu aja di rumah Kejayan, Pasuruan.
Berpose sama si Mbak Vit yang datang jemputin kita di Pasuruan
Dhuhur kurang lebih si mbak datang bertiga dengan mas Eric juga Jalu. Meluncurlah kami ke Malang, dengan Daihatsu Sigra yang menurutku sih, nyaman juga (selama aku duduk jadi penumpang loh ya) Hihi..

Ternyata jalanan sudah macet-macet mulai dari Purwosari sampai Lawang.. Lawang ke Song-song ya lumayan lah.. Akhirnya sebelum Maghrib kita sampai rumah Bapak. Dan ternyata oh ternyata.. mereka udah cus ke Wlingi kemarin. Jadilah kita nyantai sejenak, ke rumah Om Pur dan Tante Anna, sambil nunggu adek Genjring dan Rio yg OTW dari Sumenep.

Setelah mereka nyampe rumah, jam 8 malam kita pun bertolak ke Wlingi. Karena kesempatan buat ketemu keluarga ya ke Wlingi itu, kalo nggak nyusul kesana, tanggal 17 mereka udah acara ke Ponorogo. dan baru balik Malang tanggal 18. Jadi daripada mbak dan mas gak ketemu Bapak Ibu sama sekali, yaudah meluncurlah kita ke Wlingi beriringan dengan mobil Rio dan Genjreng.

Tengah malam, hampir setengah satu kami sampai di rumah Bude Yul, Gondang Wlingi..

Itu rumah baru mereka, sudah hampir 2 tahun mungkin ditinggali. Dan hawanya dingin betul disana, seperti di Singosari. Sampai pun langsung istirahat, banyak saudara2 yang sudah tepar duluan disana.. Hehe.. hanya beberapa orang yang masih terjaga karena sibuk di dapur dan persiapan besok acara reuni ke Ponorogo.

Itu kali pertama kami kesana, suasananya menyenangkan.. Iya.. Hehe..

BTW udaranya sangat dingin.. Pagi2 bangun kedinginan, tapi si adek haus jadi aku buatin susu. Sesudahnya, karena sepertinya dia pup aku bersiap memandikannya.. Ternyata gak pup,, tapi ya gapapa mandi aja biar enak.. pakai air hangat tentunya ya,, Asli dingin banget,,,

Habisan itu gantiin baju Raffa dan nyuapin dia juga.. Alhamdulillah pinter...

Ngobrol2 ama sodara2 yang sambil persiapan ke Ponorogo pagi itu. Adek pun bobok lagi haha..
Ini di rumah Gondang, Raffa udah siap, tinggal nungguin mas Jalunya yang blom mandi
Pas orang2 pada berangkat, aku tinggal sama mbak aja, yang berencana balik Malang hari Minggu itu juga.. Setelah bebersih diri, sarapan, juga nyiapin barang bawaan, sekitar dhuhur kita cus ke Malang..

Rencananya mau mampir ke saudara yang kita lewati dalam perjalanan pulang ini..

Pertama mampir kerumah mb Veny di Bululawang.. Disana mampir lumayan bentar jg karena sudah sore kita pun lanjut ke rumah Mami di Buring.
Foto bareng Mami di Buring yang gak berhasil,, adek Raffa mulai rewel..batpil dia g enak badan..
Lumayan lama di Buring.. ketika sudah isya gitu kita pun memutuskan pulang..
Mau mampir kerumahnya Mbak Rinadi Mbamban, ternyata kosong rumahnya.. Kata si Anggi ternyata lagi ke Balekambang hari itu. Yaudahlah pulang kita..
Ini dapur rumah Mami yang baru renov. kece abis gitu loh..
Nyampe rumah jam 8 apa 9an gitu.. langsung bubuk..

Si mbak Vit and mas Ericnya ga mau nginep, jadi langsung balik ke Lumajang saat itu..

Yaudahlah ya, emang katanya Senin e mau reunian gitu si mas Eric.. jadi nekat aja pulang..

adek Raffanya flu,, capek lah dia..kasihan.. selasa apa rabunya gitu aku panggilin temenku yang Bidan buat diterapi uap dan pijet batpil.. Untung bisa.. di homevisit jadi kita gak keluar deh cukup tunggu di rumah.. Minat? bisa kepoin IGnya di @Darianzbabyspa_malang

Dan tanggal 21 nya, hari Kamis, udah masuk kerja lagi aku.. Yeah, tp sih, Jumat sorenya pulang lagi dong ya.. Begitulah nasib LDM alias Long Distance Marriage..

Sambil terus berdoa, semoga suatu hari bisa pindah ke Malang.. Biar bisa ketemu tiap hari ama keluarga..

Semoga dimudahkan, aamiin..
Reading Time:

Friday, June 29, 2018

Jawa Timur Park 3
2:43 PM0 Comments
Jawa Timur Park 3
Kota Batu yang dulunya berada dalam wilayah Kota Malang, memang dikenal dengan sebutan Kota Wisata.

Sejak jaman Belanda bahkan, karena hawanya yang sejuk dingin seperti di luar negeri,, menjadikan Kota Batu menjadi jujukan untuk berwisata.

Sebut saja Selecta, tempat rekreasi yang sudah ada sejak jaman Belanda ini adalah salah satu pilihan untuk berwisata, melihat keindahan bunga-bunga, menikmati sejuknya suasana, dan bisa juga berenang. Sekarang sudah semakin lengkap dengan playground dan wahana permainan juga.

Lalu apa lagi? Songgoriti, Paralayang, Pemandian Air Panas Cangar, bermacam-macam Air Terjun seperti Coban Rondo, Coban Rais, Coban Talun juga ada.

Lalu selain wisata alam ada pula Artificial Entertainment, Taman Hiburan yang diusung dengan berbagai tema. Mulai Jatim Park 1, Jatim Park 2 dan yang terbaru kini adalah Jatim Park 3.

Bahkan ada juga Museum Angkut, yang masih satu manajemen dengan Jawa Timur Park (Jawa Timur Park Group), kemudian Predator Fun Park, Museum Tubuh, Batu Night Spectacular.

Semakin banyak lah pilihan-pilihan berwisata bersama keluarga di Kota Batu ini. Harapannya akses jalan ke Batu pun semakin mudah dengan adanya tol Pandaan Malang dan lainnya. Tidak hanya mengandalkan jalur Singosari arah Malang dan Batu yang selalu padat merayap di setiap weekend dan tanggal merah.

Bagi warga Malang pastilah sudah tahu Jatim Park satu sampai tiga. Walaupun mungkin belum mengunjungi semuanya.

Jatim Park Satu : Walau baru sekali kesana dan itu pun sudah sangat lama, yang saya ingat dari JTP 1 adalah tempatnya menyenangkan karena banyaknya wahana permainan disana. Mulai dari yang biasa saja sampai yang membuat perut mulas. hihi.. semacam Roller coaster.. 

Baca disini untuk wahana apa saja yang ada disana.

Lalu Jawa Timur Park 2 : Berlokasi tidak jauh dari Jatim Park 1, Jatim Park 2 mengusung tema seperti taman safari atau zoo. Jadi ada Eco Green Park, Batu Secret Zoo dan Museum Satwa di dalamnya. Kalau mau tiket terusan sih bisa ya sehari 3 tempat itu... Tapi ya gitu.. kayaknya gempor banget deh ini kaki. Dan yang pasti tergantung cuaca juga. Karena selain Museum Satwa semua areanya outdoor. Jadi kalo hujan ya berabe deh..

Baca postingan lama saya waktu pergi kesana.

The newest is Jawa Timur Park 3: awalnya masih belum ngeh apa sih yang ditawarkan di Jatim Park 3? Waktu mak bendunduk kesana sama keluarga besar, jadilah kita masih minim info tentang what is inside? cuma pernah lihat IG story temen waktu keliling wahana yang ada dinonya, terus foto-foto di tempat yang kelap kelip cantik sangat cahayanya..

Tulisan di blog ini mungkin bisa jadi informasi awal kalau mau kesana.

Agak nyesel karena gak kepoin dulu akun Instagram @jawatimurparktiga. Saran saya sih kalau belum pernah kesana dan blank, follow dan lihat postingan dari Instagram resmi @jawatimurparktiga saja untuk sekedar tahu wahana apa saja di dalamnya dan memutuskan kemana saja di sana. cek highlightnya juga..
Ketika baru masuk Dino Park, disini kita bisa lihat2 info seputar Dino

Ternyata andalan utama Jatim Park 3 adalah bertema Dinosaurus. Jadi Wahana utamanya adalah Dino Park yang ketika kita masuk kita akan mendapat wawasan tentang Dinosaurus, replika fosilnya. Dan ada wahana jelajah 5 zaman yang meliputi zaman-zaman ketika dino diperkirakan ada di bumi.

Raffa dan Bapaknya foto sama Dino kecil yang bisa gerak2. Raffa tampak penasaran.
si mas Tio lagi adu kuat sama Mr Dino.
Salah satu wahana yang seru di dalam Dino Park adalah Dino Action dan Naga Cloning, yang mana kita naik semacam perahu dan melihat semacam lab penelitian untuk Dino dan pembuatan cloningnya. Di akhir wahana perahu kita meluncur turun cukup tajam di air dan ada sedikit sensasinya.. Makanya g boleh buat ibu hamil atau yang punya kelainan jantung.

Wahana lainnya yang disebut juga 1001 selfie, adalah Legend Stars Park. Banyak patung-patung replika dari tokoh-tokoh legendaris di dunia, artis, atlet, politikus dll.
Keluarga Besar. Di depan Replika Istana Negara di area Legend Stars Park

Replika istana negara juga ada disini, hihi..
Seolah-olah jadi tamu di Istana Negara :D
Suami dan anak yang asik berpose dengan basketball atlhete.

Bertigaaa.. di depan Bumblebee. Di depan Replika White House.

Lalu ada juga Kawasan Belanda, Replika Kerajaan Majapahit, Kawasan Korea, Jepang, Diagon Alley, Hogwarts, dan Forbidden Forest. (Anak Harry Potter pasti ngerti lah ya)
Oke. Kita lagi di Kawasan Belanda xixi.
Yang sayangnya waktu kesana kemarin gak semua tempat tereksplorasi karena keterbatasan tenaga, dan juga waktu. Hehe.. salah sih pake acara beli tiket terusan 3 tempat. Yang Dino Park tutupnya jam 5 sore. Lainnya jam 9 malam.

ini masih di Dino Park, The rimba yang kita gak sempat masuki karena udah kesorean -_-

Lalu ada Fun Tech Park: disini bagus banget untuk anak-anak, bisa bermain sambil belajar juga. Mau ngedance bisa, mau nyobain seolah-olah naik roller coaster pun ada simulatornya. Ada Paris in Rain juga dimana ada hujan buatannya. Dan anak-anak bisa juga menggambar ikan untuk ditampilkan di aquarium besar.

Seolah di Paris temanya. Ini di Paris in Rain - Fun Tech Park. Gak banyak foto batre uda habis.


Oh iya, Harga tiket Dino Park IDR 100k , Legend Stars 100k, Fun tech dan Museum Musik klo g salah 40k, Infinite World 30k.
Harga paket terusan untuk Dino dan Legend Stars Park 170k.
Untuk Dino, Legend Stars dan Fun Tech Park atau Museum Musik 200k

Kalau mau ke Jatim Park 3 ini dengan tiket terusan, karena dia jam bukanya siang dari jam 11 sampai jam 9 malam, ya kurang puas sih ya menurut saya. Apalagi karena bawa anak, jadi kan ya kalo langsung 3 wahana ya capek banget, gak maksimal menikmati semua viewnya.

Jadi mungkin dicoba satu persatu kayaknya asik. 

Yang masih penasaran karena kemarin belum sempat masuk ya Infinite World, soalnya gak masuk di paketan.

Lokasi Infinite World berseberangan dengan Fun Tech. Mungkin next time bisa deh coba kesitu aja.

Ciamik sangat buat foto dan kayaknya wahana seperti itu belum ada dimana-mana. (Kayaknya lohhh)

Overall.. Jatim Park 3 sangat recommended untuk wisata keluarga. Siap-siap (siapin mental) untuk ngantri waktu mau naik Jelajah 5 zaman dan Dino Action di Dino Park. Dan semoga ngantri lamanya terbayarkan ya dengan view yang apik. (karena tingkat kepuasan orang kan gak sama ya)

Dan juga kalau lapar waktu lagi main-main, di Dino Mall sendiri banyak tempat makan ya. Kalau food court jelas ada juga di dalam area Dino Park dan Legend Stars. Jadi jangan khawatir lapar dan haus saat berkeliling. Cukup siapkan uang yang banyak. Hahhaa..

Oh iya gunakan juga alas kaki yang nyaman tentunya. Kalau capek jalan sih e-bike juga disediakan kok, seperti di Jatim Park 2. Yang bawa anak, jalannya juga cukup stroller friendly.

In the end, semua tempat wisata akan selalu terasa menyenangkan bila kita pergi bersama dengan orang-orang tersayang.

Kalau ada waktu luang, rejeki berlimpah, mari gunakan waktu yang ada untuk bersenang-senang bersama keluarga. Karena moment-moment seperti itu pasti akan dikenang.

Terimakasih untuk adikku yang udah ngajak dan nyeponsorin wisata kita kali ini. Semoga rejeki adek dan keluarga semakin berlimpah, barokah, sehat selalu juga ya.

Kalau kita semua sehat, kemanapun kita pasti lah bahagia.

Aamiin

Reading Time:

Monday, April 30, 2018

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan
9:59 AM0 Comments
Maturity
Kita sering dengar kata-kata itu ya nggak sih?

Usia akan terus berjalan seiring waktu.. Tetapi, menjadi dewasa tidak ada hubungannya dengan bertambahnya usiamu. Itu adalah pilihan. What would you like to do.

Banyak anak atau orang yang dibesarkan dengan cara dituntun, dimanja bahkan dengan fasilitas terbaik. Hal-hal tersebut mempengaruhi sang anak kelak ketika suatu hari harus memutuskan sesuatu sendiri, ketika harus mengurus sesuatu sendiri. Bisakah dia lakukan hal tersebut? Atau masih harus ditemani, bergantung entah kepada orang tua atau saudara tua lainnya.

Hal kecil dan sepele seperti memilih sekolah, mendaftar ke sekolah yang tingkatnya lebih tinggi.

Ketika saya lulus SD, saya sudah terbiasa mandiri. Daftar ke SMP sendiri, mencari informasi apa saja yang diperlukan. Dan memantau pengumuman tiap beberapa hari untuk memastikan masih memenuhi syarat kah untuk diterima? (nilai NEM masih menjadi syarat mutlak masuk di sekolah favorit)

Begitupun saat lulus SMP, memilih SMA mana yang akan dituju, sampai dengan daftar segalanya dilakukan sendiri. It's not a complicated thing if we know and read all the guide. 

Memutuskan untuk tidak lagi minta uang pada ortu saat lulus SMA juga menjadi salah satu hal yang penting saat itu. Karena mau tidak mau harus bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran sebaik mungkin.

Memutuskan untuk bisa kuliah dan kerja juga. 

life is tough, so we must be tougher than the rest..

Well.. seperti dibiarkan melakukan banyak hal sendiri ketika dirasa sudah cukup dewasa, semuanya berawal dari dibiasakan mandiri sejak masih kecil.

Something just like,, responsibility yang ditanamkan sejak dini.

Saya lahir dari keluarga biasa. Semua dikerjakan sendiri di rumah, walau sempat ada ART dulu di rumah Eyang, ketika ditinggalkan ART dan memutuskan tanpa ART sejak saat itulah kita masing-masing harus saling membantu.

Sejak kelas 3 SD, mulai mencuci baju sendiri. Bahkan setrika juga. 

Pekerjaan rumah yang mudah seperti menyapu juga jadi tugas sehari-hari. Cuci piring bekas makan sendiri. Membantu Eyang belanja ke pasar. Bantu memasak. Membersihkan rumah. Semua itu hal yang sudah biasa dilakukan.

Tak disangka, hal kecil seperti itulah yang membangun kemandirian dan tanggung jawab. Karena kelak sebagai wanita kita akan berhadapan dengan hal-hal tersebut bukan.

Sangat berguna ketika kita akan membina rumah tangga.

Karena itulah, akhirnya ketika sekarang sudah merasakan jadi ibu dan orang tua, tentunya akan berpikir lebih jauh ke depan. Nantinya harus melibatkan anak dalam pekerjaan rumah. Hal sepele, tetapi akan sangat berguna ke depannya. Tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua.

Karena ada bahkan banyak, anak yang tidak dibiasakan sedemikian rupa dari kecil, tidak memiliki kesadaran dan tanggung jawab akan hidupnya. Mengurusi diri sendiri saja susah, bagaimana bila berumah tangga? Masih sangat bergantung pada orang tua. Ya kali org tuanya ada terus untuk dia..

Sebenarnya pada intinya walaupun tidak terbiasa melakukan hal-hal kecil sendiri dan memutuskan sesuatu sendiri, yang penting adalah mengerti situasi dan kondisi. Apa yang harus dilakukan ketika sesuatu terjadi. Dalam posisi yang harus bergerak cepat.

Hidup terus berjalan, berkembang, dan kita harus selalu siap dengan segala kemungkinan ya kan..

Prepare for the best, and get ready for the worst.

If Plan A didn't work, than we still have the plan B and the rest of the alphabet..

Dan selalu belajar.. belajar terus di univeritas kehidupan ini.. 

Jangan berhenti belajar.. :)
Reading Time:

@nieth_sweet