Dear Life, Affection, Hate and all ever happen...

Monday, April 30, 2018

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan
9:59 AM0 Comments
Maturity
Kita sering dengar kata-kata itu ya nggak sih?

Usia akan terus berjalan seiring waktu.. Tetapi, menjadi dewasa tidak ada hubungannya dengan bertambahnya usiamu. Itu adalah pilihan. What would you like to do.

Banyak anak atau orang yang dibesarkan dengan cara dituntun, dimanja bahkan dengan fasilitas terbaik. Hal-hal tersebut mempengaruhi sang anak kelak ketika suatu hari harus memutuskan sesuatu sendiri, ketika harus mengurus sesuatu sendiri. Bisakah dia lakukan hal tersebut? Atau masih harus ditemani, bergantung entah kepada orang tua atau saudara tua lainnya.

Hal kecil dan sepele seperti memilih sekolah, mendaftar ke sekolah yang tingkatnya lebih tinggi.

Ketika saya lulus SD, saya sudah terbiasa mandiri. Daftar ke SMP sendiri, mencari informasi apa saja yang diperlukan. Dan memantau pengumuman tiap beberapa hari untuk memastikan masih memenuhi syarat kah untuk diterima? (nilai NEM masih menjadi syarat mutlak masuk di sekolah favorit)

Begitupun saat lulus SMP, memilih SMA mana yang akan dituju, sampai dengan daftar segalanya dilakukan sendiri. It's not a complicated thing if we know and read all the guide. 

Memutuskan untuk tidak lagi minta uang pada ortu saat lulus SMA juga menjadi salah satu hal yang penting saat itu. Karena mau tidak mau harus bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran sebaik mungkin.

Memutuskan untuk bisa kuliah dan kerja juga. 

life is tough, so we must be tougher than the rest..

Well.. seperti dibiarkan melakukan banyak hal sendiri ketika dirasa sudah cukup dewasa, semuanya berawal dari dibiasakan mandiri sejak masih kecil.

Something just like,, responsibility yang ditanamkan sejak dini.

Saya lahir dari keluarga biasa. Semua dikerjakan sendiri di rumah, walau sempat ada ART dulu di rumah Eyang, ketika ditinggalkan ART dan memutuskan tanpa ART sejak saat itulah kita masing-masing harus saling membantu.

Sejak kelas 3 SD, mulai mencuci baju sendiri. Bahkan setrika juga. 

Pekerjaan rumah yang mudah seperti menyapu juga jadi tugas sehari-hari. Cuci piring bekas makan sendiri. Membantu Eyang belanja ke pasar. Bantu memasak. Membersihkan rumah. Semua itu hal yang sudah biasa dilakukan.

Tak disangka, hal kecil seperti itulah yang membangun kemandirian dan tanggung jawab. Karena kelak sebagai wanita kita akan berhadapan dengan hal-hal tersebut bukan.

Sangat berguna ketika kita akan membina rumah tangga.

Karena itulah, akhirnya ketika sekarang sudah merasakan jadi ibu dan orang tua, tentunya akan berpikir lebih jauh ke depan. Nantinya harus melibatkan anak dalam pekerjaan rumah. Hal sepele, tetapi akan sangat berguna ke depannya. Tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua.

Karena ada bahkan banyak, anak yang tidak dibiasakan sedemikian rupa dari kecil, tidak memiliki kesadaran dan tanggung jawab akan hidupnya. Mengurusi diri sendiri saja susah, bagaimana bila berumah tangga? Masih sangat bergantung pada orang tua. Ya kali org tuanya ada terus untuk dia..

Sebenarnya pada intinya walaupun tidak terbiasa melakukan hal-hal kecil sendiri dan memutuskan sesuatu sendiri, yang penting adalah mengerti situasi dan kondisi. Apa yang harus dilakukan ketika sesuatu terjadi. Dalam posisi yang harus bergerak cepat.

Hidup terus berjalan, berkembang, dan kita harus selalu siap dengan segala kemungkinan ya kan..

Prepare for the best, and get ready for the worst.

If Plan A didn't work, than we still have the plan B and the rest of the alphabet..

Dan selalu belajar.. belajar terus di univeritas kehidupan ini.. 

Jangan berhenti belajar.. :)
Reading Time:

Wednesday, April 4, 2018

Tentang Rasa dan Asa
9:03 AM0 Comments

Aku tahu.. setiap perbuatan ada resikonya..
Setiap apa yang kita lakukan pasti ada balasannya..
Entah langsung.. entah tidak..

Rasa sayang dan cinta yang berlebihan..
Membawa kepada suatu kebutaan..

Buta terhadap realita..
Dan apa yang sebenarnya dibutuhkan..

Aku tak pernah mau merasakan derita daripada cinta..
Yaitu berpikir yang tidak-tidak dan bersedih yang tiada ujungnya..
Apalah daya aku hanya manusia..

Aku bukan orang yang mudah mencinta..
Tapi saat ijab qobul yang disaksikan malaikat dan olehNya..
Yang aku tahu aku akan bertahan di dalam satu cinta..

Jarak.. itu adalah ujian untuk kita..
Mampukah kita menghadapinya?

Ketika rasa percaya itu sudah terasa berat..
Hancur oleh hal yang ....

Aku juga sudah hampir kehilangan asa..
Rasanya ingin pergi saja dari dunia..
Pulang..
Ke pelukanNya..

Hanya malaikat kecilku yang jadi semangat..
Untuk tak boleh menyerah..
Tak boleh putus asa...

Karena aku percaya,,
Setiap insanNya memiliki tujuan di dunia..
Memiliki peran.. maksud.. manfaat..

Semoga aku bisa kuat.. bisa bertahan..
Dan tetap berada di jalanNya..


Reading Time:

Monday, March 26, 2018

Serangan Stroke kala itu...
2:26 PM0 Comments
image source: http://www.strokeassociation.org
Agak sakit rasanya mengingat2 masa itu...

Salah satu masa gelap di dalam hidup.. For me.. I think..

Suatu hari.. I will always remember the day.. :(  Rabu, 25 Oktober 2017 kala itu.. Saat hari sedang cerah dan aku sedang bersemangat mencuci baju-baju karena beberapa hari sebelumnya cuaca mendung, di sela-sela kegiatan cuti yaitu momong Raffa, anak bayiku yang waktu itu akan 3 bulan dan masih sering tidur kalau tidak menyusu..

Kemudian aku makan siang, sedikit agak terlambat.. dan makan aice cream mangga sesudahnya.. Seminggu sebelumnya aku dilanda sakit gusi bengkak yang sangat mengganggu ketika aku makan.. Saat itu gusiku sudah membaik...

And then.. Karena sedikit lelah.. tak lama setelah menyusui Raffa, dia tertidur dan kemudian aku pun menyusul di dekatnya.. Posisi tidurku agak tidak jelas waktu itu.. 

Kemudian saat menjelang Ashar, Raffa menangis.. Aku terkejut, dan kepalaku terasa berat.. Hal aneh yang belum pernah kurasakan.. Aku sudah bangun tapi seperti orang linglung yang belum sepenuhnya sadar.. Aku cek keadaan Raffa yang ternyata poop minta diganti... Waktu itu dia masih pakai underpad yang dipotong-potong sendiri sesuai ukuran yang diperlukan..Aku bilang sebentar ya dek.. Entah tapi tangisnya memang keras, keburu minta ganti..

Setelahnya aku berdiri, akan mengambil underpad, air hangat, kapas, dsb.. Tapi kemudian aku terjatuh di dekat tempat tidur.. Dan kaki kiri serta tangan kiriku terasa berat.. seperti lumpuh.. Tak bisa kuajak gerak.. Berdiri pun aku tak bisa.. Aku pun mulai menangis dan panik, karena anakku menangis semakin keras..

Aku meraih handphone yang untungnya ada di kasur.. Aku telpon suamiku.. Sambil menangis.. Menyuruhnya pulang.. Ya Allah.. apa yang terjadi padaku? Setelah menunggu agak lama suamiku datang.. Aku langsung meminta dia untuk urus Raffa dulu, kasihan.. Menangisnya sudah cukup lama.. Aku sendiri merasa bersalah waktu itu dengan segala ketidakberdayaanku..

Tak lama setelahnya, Raffa sudah tenang lagi.. Aku diangkat ke kasur.. Dipijit2 kaki.. Semua sentuhan aku masih bisa rasa, tapi bergerak rasanya tak bisa..

Kemudian aku dibuatkan air madu sama suami.. aku minum terus aku buat tidur.. Aku pikir mungkin hanya lelah.. aku belum berpikir macam2..

Sorenya ada Myta untungnya, karena suami ke Purwosari apa Bangil gt lo, liat anak buahnya tanding. Entahlah, aslinya gak rela ditinggal gt aja dengan kondisi yang seperti itu,, 

Tapi aku mencoba menggerakkan kaki, bangun dan aku bisa tertatih-tatih ke kamar mandi walau kemudian aku kesulitan berjalan lagi jadi ditolong sama saudara sepupuku Myta, dan ada keponakanku dari Pasuruan juga, Dies..

Aku masih berusaha menyusui Raffa dengan kondisi demikian.. Aku juga masih sempat bisa makan bakso waktu itu karena ingin sesuatu yang hangat..

Dan malamnya.. aku tidak bisa ngangkat anakku mau kususui.. Aku pun mencoba berjalan ke suami yang tidur di depan tv.. Tapi aku malah terjatuh lagi.. aku pun menangis lagi dan ditolong Dies..

Setelah membantuku kembali ke tempat tidur aku bilang tolong bangunin bapak Raffa... buat bantu aku dan nemenin aku ketika harus menyusui...

Besoknya.. aku sarapan, dan kondisi masih belum normal.. aku bilang ayo ke dokter.. suamiku malah bilang, ya gpp kalo pean bisa gendong Raffa.. Kata2 yang akan kuingat terus karena itu sungguh menyakitiku saat aku sakit seperti itu. Akhirnya aku bilang, ya udah telp no ibuk.. Karena dia pun harus bekerja.

Siapa lagi coba? Walau bukan ibu biologisku tapi dia yang bisa diandalkan di saat seperti ini. Yang paling dekat juga rumahnya denganku..

Akhirnya siang aku dibawa ke RS Prima Husada yang tak begitu jauh, masih di Singosari aja. Waktu itu Ibu minta tolong sama mbak Yuni tetangga baik di sana untuk bawa mobil.

Aku langsung masuk UGD.. Setelah ditangani di UGD, harus rawat inap. Kamar kelas I penuh yang sesuai BPJS, terpaksa naik kelas, aku waktu itu masih nyambungnya VIP, dan ternyata itu VVIP..

Sampai sore belum masuk kamar karena harus CT Scan di RS Persada Araya. Waktu itu aku sudah ditemani suami saja. Ibu, Rara, Raffa dan mb Yuni sudah pulang setelah membantu urus2 ini itu..

Aku pun mulai lapar.. Tapi sabar dulu nunggu CT Scan yang ternyata sekitar maghrib baru dibawa kesana.. Fiuh.. Setelah CT Scan akhirnya sampailah di kamar, karena sudah lewat jam servis makan, jadilah makannya beli. Nafsu makan masih baik banget...

Barulah ketemu dokter syaraf besoknya.. Diperiksa dan diperiksa, dicari penyebabnya dengan tes darah, tensi dsb.. Dokternya pun bingung. Karena aku gak kolesterol, gak diabetes, gak asam urat, gak darah tinggi tapi kenapa bisa terserang... Setelah hasil CT Scan didapat, ada penyumbatan di otakku yang menyebabkan aku stroke sebelah kiri itu..

Penyebabnya? Saat itu masih dicari sampai kemudian Dokter Syaraf minta bantuan Dokter Penyakit Dalam. Tes Darah berkali-kali.. Ditemukan Anemia, Trombositosis... dan yang paling mengejutkan di hari-hari terakhir aku malah divonis Thalasemia..

Semuanya terasa menyeramkan saat itu karena aku googling dan yeah.. tidak ada penyakit yang menyenangkan bukan?

Saat itu aku masih bertanya-tanya.. Kok bisa ya.. Kenapa? Dulu aku sangat sehat.. Gaya hidupku juga yang berusaha sehat, walaupun kacau setelah melahirkan.. Semua mua dimakan..

10 hari berada di Rumah Sakit akhirnya aku bisa pulang..

Sebelumnya aku diberi obat suntik untuk mengobati syaraf, dan obat dari dokter dalam cuma vitamin untuk liver..

Aku mulai bisa bergerak untuk tangan dan kaki kiri walau belum sempurna..

Suamiku dengan sabar membantuku saat aku belum bisa apa-apa, menatihku ke kamar mandi, memandikan dengan sabar, menemaniku tiap hari, tapi saat dia harus kerja aku pun tak bisa melarangnya karena tidak mungkin dia harus ijin berhari-hari lamanya.. aku pun sudah bisa mulai ditinggal..

Saat itu aku berdoa dan menguatkan tekad untuk bisa berjalan ke kamar mandi sendiri dengan berpegangan tentunya karena masih belum kuat betul di kaki kiri..

Alhamdulillah senangnya tak terkira.. Aku bisa melakukannya.. dengan hati-hati tentunya..

Saat dirumah pun, aku terus berlatih.. 

Berjalan-jalan pagi tiap hari. Lihat video fisioterapi di youtube dan coba mempraktekkannya..
Melatih tangan dengan bantuan bola tenis..
Memijat-mijat telapak dan jari kaki dan juga tangan..

Banyak hal yang kucoba dengan semangatku yaitu anakku.. Karena walaupun sudah bisa berjalan dan aktivitas ringan, tapi aku belum kuat menggendongnya..

Aku juga masih berusaha memompa asiku..

Oh iya, banyak sekali teman-temanku yang menjengukku.. Saudara-saudara juga..
Teman SMA, teman ngajar di SMK dulu (teman suami juga ini tentunya), teman-teman kantor yang mau-maunya datang dari Surabaya.. Keluarga Malang, Pasuruan, dan kakakku dari Jember juga..

Support yang cukup banyak, bantuan doa yang juga sangat membantu, dan juga bantuan finansial..

Baru ngerti kalo di RS Swasta dan naik kelas bisa habis segitu banyak.. dicover bpjsnya cm sedikit.. Baru pertama opname dan semoga ini yang pertama dan terakhir.. aamiin..

Kejadian ini jelas berpengaruh sama kondisi keuangan yang tadinya mungkin bisa finishing dapur di rumah, jadi ga bisa dehhh.. Harus nabung lagi..

Jujur aku kapok sakit, aku pengen sehat terus...

Tapi jenis penyakit ini emang lama penyembuhannya.. Bahkan aku masih antri MRI, untuk tahu lebih jelas apa yang terjadi di otakku. Dan karena MRI mahal, pake bpjs, antrian di RSSA daftar dari Januari masih akan dilaksanakan bulan Juli esok.. So wow.. Bismillah aja..

Setelah istirahat di rumah sekitar 2 mingguan lebih, karena aku harus Ujian Prajab susulan, iya aku ga bisa ikut ujian bareng teman-teman karena saat itu aku baru pulang dari RS dan masih belum bisa jalan dengan lancar. Terlebih laporanku pun belum selesai.. T.T Akhirnya aku ngantor untuk pertama kali setelah cuti lahiran + sakit di hari Rabu, 22 November 2018 dengan berbagai persiapan.. Bawa laptop, bawa beberapa baju, dan keperluanku untuk di kos. Sebelumnya aku minta tolong Vita untuk bisa kos di tempat yang sama dengannya, karena aku masih belum bisa bawa motor dan juga gak sempat nyari kos lagi.. There is no time.. Semua serba cepat dan aku harus ujian sebelum 25 November, kalau tidak ya gugur.. Alhamdulillahnya.. pihak BPSMD Jateng, menawarkan ujiannya di Kopertis saja. Jadi aku tidak perlu ke Semarang.. Sungguh setelah kesulitan ada kemudahan.. Alhamdulillah berkali-kali kuucapkan..

Baru masuk untuk pertama tentu saja aku diantar suami, kita naik kereta, kemudian uber. Setelah itu dia balik Malang lagi untuk kerja..

Ninggalin Raffa di Malang untuk kerja pertama kalinya.. Gak ketemu dia seminggu.. ah.. tapi apa daya juga.. aku pun belum punya kekuatan untuk menimangnya, memandikan, merawatnya.. Paling cuma menggodanya, ngajak main-main.. Energiku belum kembali normal..

Akhirnya 2 hari di kantor aku gunakan untuk mempersiapkan laporan, dokumentasi dan penjilidan laporan.Tak lupa membuat presentasi dan juga video untuk disajikan nanti ketika ujian. Cek aplikasi juga kulakukan.

Alhamdulillah karenaNya aku berhasil melewati semuanya dengan kemudahan. Terimakasih tak terhingga untuk Pak Purwo Bekti (alm) yang mewakili Pak Budi menjadi mentor saya, Pak Wardjito, sebagai Coach dari BPSDMD yang sangat baik dan pengertian, Pak Yatno yang menjadi penguji saya, dan Pak Atta yang selama ini mengurus kami anak-anak Latsar dan juga berkomunikasi dengan saya dari saat saya sakit sampai menjelang ujian.

Sungguh syukur tak terhingga,, Aku masih diberi kesempatan dalam segala keterbatasan untuk menyelesaikan ujian.. Padahal awalnya aku pun pasrah, andai aku harus gugur.. Tetapi Allah memiliki rencana yang indah.. Alhamdulillah..

Kemudian aku pun bekerja seperti biasa.. Dengan kondisi kaki kalau diajak naik turun tangga yang sebelah kiri masih agak lemas, tapi lama-lama pun terbiasa. Berjalan, awalnya juga masih belum normal, tapi sudah semakin baik dari hari ke hari..

Terkadang aku juga ijin untuk sekedar kontrol ke dokter atau ketika kondisi kesehatan sedang kurang baik.. Tapi aku terus berjuang tentu saja karena aku ingin seperti dulu...:)

Dokter Syaraf masih menyarankan aku untuk tes MRI.. Daftar dirujuk ke RSSA,, Karena berbagai kesibukan.. Dan ke RSSA itu artinya harus ijin gak masuk, akhirnya bulan Januari 2018 kemarin aku diantar suami buat daftar (antri) MRI. Karena pake BPJS jadi antri dan baru dapat jadwal di bulan Juli 2018. Yeah..

Semoga saja ada pencerahan setelahnya..

Memang aku menyadari banget, sejak melahirkan dan jadi busui, dengan pola makanku dulu yang banyak buah dan makan nasi merah, alhasil pasca lahiran semua itu susah untuk dipenuhi.. makan seadanya walau berkali-kali, tapi juga tetep diusahain banyak sayurnya.. buah pagi sblm sarapan.. Walau kadang sih g ada buah juga..

Mungkin juga makanku kurang nutrisinya, entahlah, pokoke aku pas jatuh sakit itu serba mengira2.. kenapa bisa kayak gini.. apa pola makan, apa capek, apa iya stres.. Kemungkinan besar sih stres, karena cuti mo habis dan karena laporan prajab untuk ujian yang belum kelar.. Mikirin adek Raffa sama siapa juga kalau aku kerja lagi.. so much things in my head that is not easy to explain, to understand..
A new mom with all the messy things in her head.. Yes I am..

Dan sudahlah... Alhamdulillah saat aku menulis ini keadaanku sudah lebih baik..
Energi belum full dengan indikator, aku belum bisa njagang tengah motor maticku.. Nggak kuat..
Kalau naik motor lagi aku kuat.. Jarak dekat aja, dari kos ke kantor dan sebaliknya.. Kalau mau pulang Malang aku memilih untuk Go-Jek saja.. Aku belum coba untuk motoran jauh.. Aku juga masih takut untuk nyebrang jalan.. Terutama saat turun bis di Song-song malam pulang dari Surabaya.. kendaraannya lalu lalangnya cepet banget.. Jadi aku memilih untuk dijemput di tempat aku turun bis...

Aku sudah bisa menggendong Raffa yang akan 8 bulan, memandikannya, menyuapinya.. Tingkah anakku pun sudah sangat banyak.. Dia maunya berdiri terus sambil pegangan..

Yeah, dialah alasan untuk aku harus terus bersemangat.. Suami dan anak.. I still have a lot of things to be done.. I won't give up.. I will fight.. With all my heart..
Reading Time:

Thursday, March 8, 2018

Dolan di Semarang
11:24 AM0 Comments
Kemana-mana naik go-car with teman-teman prajab di Semarang
Ini juga super duper latepost.

Kesempatan main di Semarang aku dapatkan ketika Prajab.
Senin-Jumat adalah hari aktif, sedangkan sabtu minggu kita libur dan mangkrak di asrama.

Waktu itu bulan puasa. 2 minggu pertama kita sedang prajab.
Kenapa aku ikut anak-anak main? Karena aku berpikir, belum tentu bulan depannya aku bisa ikut main karena perut yang semakin besar, dan mungkin prajab sudah mulai banyak tugas. (Dugaan saat itu) hihihi

Jadilah saat bulan puasa yang panas di Semarang kita berbanyak orang yang masih setia di asrama main di hari Sabtu mulai pagi dengan beberapa tujuan.

Pertama, Sam Poo Kong, kedua Lawang Sewu, ketiga Masjid Agung Semarang. Terakhir kita buka puasa, maunya ke Simpang Lima, tapi kita malah makan di dalam mall nya.. Hahaha..

Oke.. Here we go..

1. Kuil Sam Poo Kong
Sam Poo Kong

Tiket Masuk
Sam Poo Kong merupakan sebuah tempat bersejarah untuk mengenang Laksamana Cheng Ho yang sempat berlabuh di Utara Jawa.

Menurut cerita, Laksamana Zheng He sedang berlayar melewati laut jawa, namun saat melintasi laut jawa, banyak awak kapalnya yang jatuh sakit, kemudian ia memerintahkan untuk membuang sauh. Kemudian merapat ke pantai utara semarang untuk berlindung di sebuah Goa dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi kelenteng.

Bangunan itu sekarang telah berada di tengah kota Semarang di akibatkan pantai utara jawa selalu mengalami proses pendangkalan yang di akibatkan adanya proses sedimentasi sehingga lambat-laun daratan akan semakin bertambah luas kearah utara.

Rombongan yang ikut one day trip kali ini.

Berteduh dulu gaes
Dengan Mbak Shinta, Dosen UNAIR yang di Banyuwangi
Belakang saya itu tempat untuk beribadah
Kita disini pagi menjelang dhuhur. Lumayan panas cuacanya. Tapi tidak mengalahkan semangat kita-kita yang sedang berpuasa ini untuk berfoto-foto ria. Banyak spot menarik di sini. Tentunya yang boleh kita masuki ya. Saat sedang digunakan untuk beribadah, tentunya ada area yang tidak boleh sembarang orang untuk masuk.

2. Lawang Sewu

The Squad!
Dari Sam Poo Kong kita beranjak ke Lawang Sewu. Baru masuk kita langsung shalat dhuhur dulu, barulah kita berjalan-jalan mengelilingi bangunan lawas nan cantik itu sampai ke atas.

Kenapa disebut Lawang Sewu? Karena jumlah pintu dan jendela yang besar-besar itu sendiri jumlahnya memang hampir 1000.

BTW kita menggunakan jasa guide dari Lawang Sewunya yang memandu kita dan menceritakan sejarah bangunan Lawang Sewu sendiri. Selain itu beliau juga mengarahkan tempat-tempat yang bagus untuk foto ada di mana.

Waktu baru masuk mau shalat ketemu ginian, foto dulu dach..

oopss...

Action gaes..

Foto atas arahan guide..

Di atas setelah naik tangga yang yah lumayan lah buat bumil..
Dokumentasi hanya menggunakan hp, jadi ya harap maklum ya.. hehehe

Setelah puas dan lelah berjalan-jalan di Lawang Sewu kita akan shalat ashar sambil menikmatiii..

3. Masjid Agung Jawa Tengah

Jalan masuk Masjid Agung Jawa Tengah
Yeah, sambil menikmati view Masjid Agung yang bagus dan cantik banget arsitekturnya, kita shalat ashar disana...
Nggak tahan buat foto gaes..
Cantik banget ya,, itu payungnya bisa ngebuka kalo pas diperlukan..
Another narsis me..
Sebetulnya mau naik ke atas yang tower itu ya.. Tapi kayaknya udah lelah banget karena jalan di Lawang Sewu sebelumnya..


4. Mall di Simpang Lima

Menunggu saat berbukaaa...

Kita makan dan berbuka puasa disini. Memilih-milih menu sebelum akhirnya adzan berkumandang dan kita mulai berbuka. Hmmm...

Ini pesananku.. Hmmm... 
Setelah kenyang, kita shalat di Masjid dekat situ, setelah itu pulang balik lagi deh ke asrama.

Demikian short trip ke Semarang with kawan-kawan latsar angkatan XI yang sekarang udah pasti sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Semoga bisa berjumpa lagi kawan... ^^
Reading Time:

Sunday, February 25, 2018

My First Pregnancy Part IV - Trimester ke-3 dan Detik-detik Saat akan melahirkan
11:24 AM 2 Comments
Newborn Raffa
Kehamilanku, seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya, penuh dengan mobilitas dan surprise..

Di Trimester ke-3, 7-9 bulan ini.. Aku masih bekerja seperti biasa, kemudian karena datanglah panggilan prajab.. aku pun memenuhi panggilan itu..

Syukur Alhamdulillah masih sempat diadakan syukuran 7 bulanan dengan dihadiri ibu-ibu jamaah pengajian di kampung di rumah ortu. Waktu itu sekitar bulan Mei.. Pokoknya sebelum aku berangkat prajab.

Menjalani diklat prajab dengan perut besar dengan kegiatan dari subuh sampai Isya' di Bandiklat Semarang yang tempatnya naik turun tangga. Ngomong2, satu angkatan ada 5 yang hamil. Sebetulnya awalnya ada 4, kemudian 1 orang baru ketahuan hamil pas di Semarang...

Foto bersama saat upacara pembukaan Latsar alias Prajab
Penuh dengan cerita dan kesan yang mendalam.. 2 Minggu awal itu kita melaksanakan on class di bulan puasa. Jadi ya sambil puasa kita kegiatan. Bedanya apa dengan pas tidak puasa?

Cuma makan aja, kita pas puasa disediakan sahur, kemudian buka.

Foto sebelum Outbond. Puasa dan Outbond pas prajab? It's so finee... :D
Kalau pas gak puasa sih kita makannya 3x ya kayak biasanya lah, ditambah coffe break di siang dan sore hari. Bayangkan.. wkwkwk.. makan mulu nggak sih? udah sooo out of FC yang biasa kujalanin, tapi msh berusaha makan buah before main meal. Jadi pagi abis kegiatan olahraga pasti makan buah dulu.

Biar pencernaan lancar dan tetap cehat.
Ini abis apel malam sebelum makan malam... Muka2 lelah dan sudah lapar..x) 
On Class berikutnya, karena kepotong libur lebaran, yaitu sebulan full di bulan Juli mulai tanggal 3 kita berangkat dan berakhir di 2 Agustus..

Ini mb Ajeng, Dosen UNESA yang saat itu hamil juga selisih sebulan aja ama aku...
So.. time goes on...

Di akhir masa on class di BPSDMD Jateng, kuraaang 2 hari aja untuk selesai, Jumat pagi, 28 Juli 2017, si baby mulai mencari jalan keluar.. Awalnya aq msh blm curiga.. Hanya rasanya seperti orang mau haid..

Ketika sakitnya datang dan pergi aq smakin khawatir dan jujur, takut, aq cerita ke mb Ajeng, sesama peserta yang hamil jg, perutku sakit.. Dia blg cb hitung brp menit skali..

Aq blg blm teratur..

So.. Ditemenin Nima, temen yang jg hamil dan kakinya lg sakit, kita istirahat di kamarnya.. Sarapan pun diambilkan.

Lalu, ketika aq ke kamar mandi untuk BAK, aq melihat lendir dengan sedikit darah.. Aq terkejut.. Karena itu adalah tanda akan melahirkan..

Sebelumnya aq nangis.. Karena.. Masa sih harus lahiran di sini.. Sekarang?

Setelah menenangkan hati dan diri aq mulai pasrah.. Ya Allah bila memang sudah takdirMu untuk saya melahirkan di Semarang.. Saya ikhlas..

Dan dipanggillah dokter klinik untuk memeriksa, teman2 pun bingung memasukkan barang2ku untuk dibawa..keperluan melahirkan.. Suami pun kuhubungi untuk segera kesini. Iya, I need him a lot..

Cek bukaan kata dokter Liza waktu itu masih 1. Dia bilang bs dua hari lagi.. Huhu..

Aku pikir klo memang sekarang, sekarang aja gpp..

Akhirnya dibawalah ke RS Hermina Banyumanik, RSIA paling dekat dengan Bandiklat..

Disana diperiksa sudah bukaan 2-3.

Kemudian dibawa ke ruang tindakan, ditanya, bpjs nanganin mulai bukaan 6, sebelum itu bisa dilayani tp biaya sendiri. Aku yang enggan bolak balik memilih opsi bayar sendiri sebelum bukaan 6.

Dan sakitnya semakin intens, aku sdh ganti baju dengan baju RS..

Waktu ke kamar kecil pun sudah terlihat seperti darah tapi kecoklatan dan air yang ngrembes2,, sdh mulai basah..

di cek pembukaannya cukup lama perkembangannya.. dengan rasa sakit yang semakin aduhai, menjelang malam akhirnya pembukaan sudah 8, suami sudah datang sekitar jam 8 malam membawa berbagai keperluan..

Teman-teman sekelas pun heboh, yang perempuan menemani di ruangan. Menyemangati untuk tarik nafas buang, jangan ngeden dulu walaupaun rasanya udah g tahan..

yang laki-laki piknik di luar ruangan.. Ah, mereka sudah seperti keluarga.. sebulan setengah di  Semarang memang bukan waktu yang sebentar..

Ketika bukaan sudah lengkap, mungkin sekitar jam 10an, dokter memecah ketuban dan memulai tindakan..

Dengan penuh perjuangan dan tenaga yang sudah hampir habis, ngeden seperti kata dokter Widi, aku ngos2an.. Setelah berkali-kali.. Akhirnya dengan bantuan vacuum dan ngeden sekuat yang aku bisa, lahirlah bayi kecilku.. Anak pertamaku, jagoanku.. Ya Rabb.. Alhamdulillah.
My son.. baru lahir dan akan dibersihkan
 Tanggal 28 Juli 2017, pukul 22.45.. Raffasya Habibie Alghani.. Putra pertama kami telah lahir..

Penantian panjang saat menikah yang sangat kami nanti-nanti dan amanah ini insyaallah akan kami jaga sebaik mungkin..

Perasaan lega, rasa sakit sdh terlupakan, setelah diletakkan di atas dadaku sebentar dengan tangis kecilnya yang lucu,, aku sentuh aku peluk, aku menangis seperti tak percaya, akhirnya yang selama ini ada dalam perutku selama 38 minggu telah lahir dan kulihat langsung dengan mata kepalaku.. Rasa syukur teramat sangat aku ucapkan.. Aku telah menjadi seorang ibu..

Setelah itu baby dibawa ke ruang observasi. Dikatakan akan diobservasi selama 6 jam kalau tdk ada masalah akan dibawa ke ruang ibu.

aku pun dibersihkan, ganti baju, buang air msh di pispot karena masih baru selesai jahitan, dan kemudian dipindahkan ke kamar untuk istirahat.. Saat itu mungkin hampir jam 12an..

Rasa lelah menyelimuti tubuhku.. akhirnya aku tertidur dengan sedikit posisi miring.. suamiku di kursi tunggu sebelahku.. dia juga lelah aku yakin.. Dia pun sudah mengadzani anaknya..

Hari Sabtu, paginya aku bangun dan berjalan-jalan. kata perawatnya jam 4 pagi sudah boleh jalan2 dan ke kamar mandi. Badan rasanya pegal2. setelah itu aku mandi biar segar. Karena tidak bawa shampoo, haih, g bisa keramaslah daku...

Sekitar jam 8an mungkin, pokoknya aku sudah selesai sarapan. Baby Raffa dibawa ke aku. Mulai belajar nyusuin..
Belum keluar sih.
Tapi, dengan pancingan hisapan dari adek, lama-lama keluar juga yey..

Alhamdulillah, adek dapat kolostrum.. aku susuin terus sampai dia yang kenyang dan tidur.. adek boleh ditidurkan sebelahku.. Juga digendong2 bapaknya..

ah lucu banget pokoknya.. gemas..
Raffa kecil tersenyum saat mendengar suara kawan2 prajabku bercanda
Teman2 prajab bergantian juga datang menjenguk, melihat adek.. HIhihi.. Makasih banyak ya teman-teman.. Allah yang balas.. Saya nggak bisa balas semua kebaikan kalian satu persatu..:)

dan jam brp kemudian Bapakku datang sama Ibu dan adekku Arista dan Mb Yuni tetangga teman baik Ibu.
Ibu menggendong Raffa..
Menyambut kehadiran adek mereka senaang sekali..

Mereka berniat membawa adek besok Minggu ke Malang. Biar aku Senin-Selasa bisa konsen disini.. Gitu katanya..

Agak berat sebenernya.. ASI nya gimana..:(

Tapi Ibu juga g mau tinggal disini karena berbagai alasan..

Yaudahlah.. mau g mau, dengan sangat berat hati merelakan adek Raffa ke Malang duluan..

Jadi malam itu aku puasin bersama adek.. Menyusuinya hingga tidur disampingnya.. Besoknya pagi dia diambil untuk dimandikan oleh perawat.

Aku pun bebersih diri, mandi, sarapan.

Setelah itu aku menyusui adek lagi ketika dia sudah dibawa ke kamar lagi.
Menyusuinya mumpung dia masih bersama aku, dan kemudian Ibuku datang.. Duh.. nyusu2 pokoknya karena tiket kereta jam 12 apa jam 1 gitu.. Aku dengan berat hati melepas adek..

Kereta ke Sby dulu katanya, kemudian dijemput Tante Ciet dan mampir ke Sawotratap dulu..
Sementara Bapak dan Arista yang naik mobil  langsung ke Tante Ciet.

Adek nggak naik mobil karena lebih lama dan macet di jalan.. Jadi begitulah solusinya.. Selain itu kenyamanan juga..

Di hari Minggu itu kami mengurus administrasi, karena adek belum punya bpjs, jadi kena biaya. Tapi kata pegawainya bisa di reimburse, kalau mau mengurus bpjs sementara di kantor bpjs.

Syukur Alhamdulillah, siangan kita sudah sampai kembali di Asrama Srondol.
Aku belajar pumping, suamiku menunggu jatah kamar. Kebetulan atas kebaikan Pak Atta, pengurus prajab di Srondol, suami boleh nginap menemaniku sampai pulang nanti tapi di asrama yang agak jauh, asrama laki2 gt deh.

Setelah itu aku mulai mengerjakan proposalku yang belum selesai,,
Fiuh.. cukup melelahkan..
memompa asi di sela-sela kegiatan biar produksi tetap ada
Senin bimbingan, Selasa maju proposal dan revisinya.
setelah semua selesai, kira2 maghrib, aku prepare, kemudian segera naik uber ke Stasiun karena kita naik kereta yang jam 8an..

Sampai Malang jam 3-an pagi.. Aku langsung nyusui Raffa begitu dia bangun..

Ya, sebelumnya ketika sedang jauh, dia minum sufor. Ah kakek neneknya begitu pro sufor deh..:P Tapi aku bersyukur dan berterimakasih juga sama sufor, yang dulunya aku sempet niat full asi dan dikarenakan banyak hal akhirnya terhenti saat dia berusia 3 bln dan masih campur, dan benar2 stop asi saat dia mau 6 bulan, aku tetap berterimakasih sama sufor. Setidaknya anakku masih mendapatkan nutrisinya.. Walau tidak bisa dikatakan yang terbaik..

Yeah, setelah itu mengurus Raffa adalah kegiatanku selama cuti.. Hehehe..

Well.. Cerita soal sakitku yang membuatku terpaksa stop asi mungkin akan kuceritakan di post selanjutnya..The darkest time of my life, for me.. Merasa hidup begitu... ah.. semoga aku bisa terus bersabar dan bersyukur apapun keadaanku..

Bersyukur saat senang adalah hal yang biasa.. mudah..

Bersyukur saat diberi sakit.. Itulah hal yang masih aku terus belajar sampai saat ini.. Karena aku manusia biasa yang penuh dengan emosi dan nafsu. Aku banyak bersyukur dan bersemangat ketika teringat pengorbanan dan ketulusan suamiku yang merawatku saat aku sakit..

Alhamdulillah.. walaupun banyak sakitku.. aku masih diberikan nikmat dan rejeki yang mungkin orang lain menginginkannya tapi belum bisa mereka dapatkan..

Terimakasih Ya Allah..
Saya percaya.. RencanaMu selalu indah.. Hanya hamba harus terus bersabar, berikhtiar, bertawakal, dan bersyukur..
Reading Time:

@nieth_sweet