My First Pregnancy Part I - Surprise! - Dear Life, Affection, Hate and all ever happen...

Thursday, June 29, 2017

My First Pregnancy Part I - Surprise!

Foto diambil saat Usia Kehamilan menjelang 7 bulan.
Kehamilan pertama yang luar biasa. Begitu banyak hal yang telah dilewati hingga kehamilan saya menginjak minggu ke 30 atau menjelang bulan ke 8 sekarang ini. Kehamilan yang penuh dengan mobilitas, kegiatan yang padat dan kadang melelahkan, hingga diklat prajabatan.

Flashback ke cerita sebelum tahu kalau hamil dan merasa takjub dengan rencana-Nya.

Saya dan suami menikah sudah kurang lebih 2,5 tahun (sampai tahu kalau hamil). Kita menikah tepatnya di 24 April 2014.

Awal pernikahan, memang masih banyak hal yang kita tata bersama, penyesuaian kehidupan hingga soal perencanaan keuangan untuk masa depan. Awalnya, saya ingin langsung punya anak mengingat usia sudah tidak lagi muda, setidaknya sebelum 30 keinginan saya untuk memiliki keturunan. Berbeda dengan keinginan saya, suami justru lebih santai. Bahkan beliau bilang, kita tata dulu kehidupan, soal anak kita serahkan padaNya, ya mungkin 1-2 tahun lagi, begitu katanya.

Dan begitulah kehidupan terus berjalan, kami benar-benar berusaha mandiri setelah menikah. Keluar dari rumah dan tinggal di kos-kosan, memasak sendiri dan melakukan berbagai penghematan karena kita mulai dari 0 lagi setelah menikah. Hingga pada akhir tahun 2014 memutuskan untuk membeli rumah dengan cara mencicil sesuai kemampuan. Kami pun memilih tipe yang paling kecil juga, membayar tanda jadi sebagai deal, walaupun jujur, tabungan dan gaji kita benar-benar mepet, tapi kita berdua hanya optmis saja, bismillah pasti ada jalan. Waktu itu kami belum memberitahukan rencana tsb kepada orang tua dan juga keluarga lainnya. Dan karena perumahan belum dibangun dan sistemnya indent, kami diberikan keringanan untuk mengangsur DP selama satu tahun. Dan DP kami bayarkan sepanjang tahun 2015.

Disitulah kami benar-benar mengatur pengeluaran sebaik-baiknya walaupun pekerjaan kami berdua saat itu hanyalah sama-sama Guru Honorer di SMK Swasta yang kalau dihitung gajinya pun jauh dari gaji PNS dan di bawah standar UMR.

Tapi percaya dengan kuasa Allah SWT yang mencukupkan rejeki orang yang sudah menikah, Alhamdulillah, kami selalu bisa memenuhi segala kebutuhan sehari-hari di samping harus membayar tanggungan-tanggungan kami.

Dan rejeki dari Allah datang lagi saat saya lolos tes CPNS Kemendikbud di Kopertis VII. Walaupun awalnya menangis karena harus LDR dengan suami, tetapi demi perbaikan kehidupan di masa depan, dan dukungan dari suami juga lah akhirnya kami berdua bisa menjalani masa pernikahan dengan LDR sejak saya mulai aktif di Kopertis.

Masih ada yang bisa disyukuri, yaitu kami masih bisa bertemu seminggu sekali. Yeah, Surabaya - Malang masih boleh dibilang dekat. Hanya ditempuh 2 jam perjalanan sudah sampai. Dibandingkan dengan pasangan LDR lain, tentu masih ada yang lebih jauh lagi jaraknya.

Waktu berlalu dan saya sudah hampir tidak terlalu memikirkan, kapan saya akan hamil? Sepertinya sudah sampai di titik pasrah dan ikhlas saja..
Berencana melakukan pemeriksaan dengan suami pun tak kunjung bisa menemukan waktu luang bersama. Hehe..

Dan alam pun seperti memberikan energi positifnya kepada saya dan suami. Saat itu saya sedang dalam kondisi bahagia dan santai, ikut suami nge-camp di Coban Rais. Well.. bisa dibilang itu terakhir saya main-main dan tracking, ya ke air terjun Coban Rais.

Setelah itu, minggu-minggu berikutnya saya juga seperti biasa ke Surabaya di hari Senin pagi, dan pulang ke Malang di Jumat sore. Bahkan sempat melaksanakan tugas kantor yaitu Wasdalbin terakhir untuk tahun 2016 ke Kediri. Bahkan setelahnya, motoran dibonceng suami dalam satu hari PP Malang - Blitar untuk menghadiri acara lamaran saudara sepupu.

Nyampai Malang setelah dari Blitar itulah, waktu itu di akhir November, saya merasa pusing. Saat akan mengambil wudhu dan shalat isya, ternyata ada sedikit darah keluar, yang saya kira saya haid nih.. Maju banget dong.. Karena Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) saya adalah masih 4 November 2016 kemarin.

Nggak jadi shalat, saya tidur karena lelah, besok Senin paginya juga harus berangkat ke Surabaya lagi dong ya.

Setelah itulah keanehan dimulai. Yang saya kira saya lagi haid, ternyata nggak keluar-keluar lagi. Ya kalau dibilang telat sih masih belum tanggalnya juga.. Belum telat lama maksudnya..

Setelah cerita sama teman yang lagi hamil, dia menyarankan testpack. Yang saya lakukan terlebih dahulu sih, saya mandi wajib dulu deh biar bisa shalat lagi, udah 2 hari nggak shalat karena mengira sedang haid, gak taunya nggak keluar-keluar lagi darahnya..

Dan beneran.. saat untuk pertama kalinya beli dan melakukan testpack, waktu itu beli 2 karena takut kalau salah makenya, maklum belum pernah punya pengalaman melakukan test pack. Mencoba melakukan tespack dengan urine di pagi hari bangun tidur dan tara.... dua garis samar.. sedikit deg-degan.. dan waktu cerita ke suami, agak bingung juga sepertinya dia.. Hehe.. Soalnya gak nyangka aja..


Test Pack Pertama

Jadi, karena masih samar, saya berencana mengulang tes lagi di Malang ketika pulang, kurang lebih 4 hari lagi.. Saya minta suami membelikan merk yang katanya teman lebih akurat, pakai sensitif. Dan benar, hari Sabtu pagi, garis dua sudah nampak jelas sekarang. Aih..

Antara bingung dan what should I do? Akhirnya cari info ke dokter mana yang buka hari Sabtu di Malang dan dokter perempuan? Bagi saya untuk urusan hamil yang melibatkan area sensitif wanita, dokter perempuan is a must.. :)


Praktek Pribadi dr. Novina
Akhirnya pilihan jatuh ke dokter Novina yang buka praktek pribadi hari Sabtu pagi di Jl. Garbis 8, daerah raya langsep Dieng. Memang agak jauh sih. Tapi, it's okay lah.

Pertama periksa, wah masih belum kelihatan, masih penebalan aja, disuruh balik 2 minggu lagi dan diberi vitamin + penguat saat saya cerita kalau kerjanya di Surabaya..

Alhamdulillah, saat 2 minggu kemudian balik, detak jantung sdh terdengar, melegakan sekali..

Saya benar-benar hamil.. Dan saya harus jaga kehamilan ini.. bismillah..

Setelahnya saya pun mengurangi pulang tiap weekend jadi pulang tiap 2 minggu atau sebulan sekali ke Malangnya..

Tapi sih.. gak tahan buat gak pulang Malang.. maklum kurang betah dengan panasnya Surabaya..

Heehe.. 


Semoga pasangan yang menantikan kehamilan di usia pernikahan sekarang juga segera diberi anugerah kehamilan ya.. Aamiin..

No comments:

@nieth_sweet