Serangan Stroke kala itu... - Dear Life, Affection, Hope and all ever happen...

Monday, March 26, 2018

Serangan Stroke kala itu...

image source: http://www.strokeassociation.org
Agak sakit rasanya mengingat2 masa itu...

Salah satu masa gelap di dalam hidup.. For me.. I think..

Suatu hari.. I will always remember the day.. :(  Rabu, 25 Oktober 2017 kala itu.. Saat hari sedang cerah dan aku sedang bersemangat mencuci baju-baju karena beberapa hari sebelumnya cuaca mendung, di sela-sela kegiatan cuti yaitu momong Raffa, anak bayiku yang waktu itu akan 3 bulan dan masih sering tidur kalau tidak menyusu..

Kemudian aku makan siang, sedikit agak terlambat.. dan makan aice cream mangga sesudahnya.. Seminggu sebelumnya aku dilanda sakit gusi bengkak yang sangat mengganggu ketika aku makan.. Saat itu gusiku sudah membaik...

And then.. Karena sedikit lelah.. tak lama setelah menyusui Raffa, dia tertidur dan kemudian aku pun menyusul di dekatnya.. Posisi tidurku agak tidak jelas waktu itu.. 

Kemudian saat menjelang Ashar, Raffa menangis.. Aku terkejut, dan kepalaku terasa berat.. Hal aneh yang belum pernah kurasakan.. Aku sudah bangun tapi seperti orang linglung yang belum sepenuhnya sadar.. Aku cek keadaan Raffa yang ternyata poop minta diganti... Waktu itu dia masih pakai underpad yang dipotong-potong sendiri sesuai ukuran yang diperlukan..Aku bilang sebentar ya dek.. Entah tapi tangisnya memang keras, keburu minta ganti..

Setelahnya aku berdiri, akan mengambil underpad, air hangat, kapas, dsb.. Tapi kemudian aku terjatuh di dekat tempat tidur.. Dan kaki kiri serta tangan kiriku terasa berat.. seperti lumpuh.. Tak bisa kuajak gerak.. Berdiri pun aku tak bisa.. Aku pun mulai menangis dan panik, karena anakku menangis semakin keras..

Aku meraih handphone yang untungnya ada di kasur.. Aku telpon suamiku.. Sambil menangis.. Menyuruhnya pulang.. Ya Allah.. apa yang terjadi padaku? Setelah menunggu agak lama suamiku datang.. Aku langsung meminta dia untuk urus Raffa dulu, kasihan.. Menangisnya sudah cukup lama.. Aku sendiri merasa bersalah waktu itu dengan segala ketidakberdayaanku..

Tak lama setelahnya, Raffa sudah tenang lagi.. Aku diangkat ke kasur.. Dipijit2 kaki.. Semua sentuhan aku masih bisa rasa, tapi bergerak rasanya tak bisa..

Kemudian aku dibuatkan air madu sama suami.. aku minum terus aku buat tidur.. Aku pikir mungkin hanya lelah.. aku belum berpikir macam2..

Sorenya ada Myta untungnya, karena suami ke Purwosari apa Bangil gt lo, liat anak buahnya tanding. Entahlah, aslinya gak rela ditinggal gt aja dengan kondisi yang seperti itu,, 

Tapi aku mencoba menggerakkan kaki, bangun dan aku bisa tertatih-tatih ke kamar mandi walau kemudian aku kesulitan berjalan lagi jadi ditolong sama saudara sepupuku Myta, dan ada keponakanku dari Pasuruan juga, Dies..

Aku masih berusaha menyusui Raffa dengan kondisi demikian.. Aku juga masih sempat bisa makan bakso waktu itu karena ingin sesuatu yang hangat..

Dan malamnya.. aku tidak bisa ngangkat anakku mau kususui.. Aku pun mencoba berjalan ke suami yang tidur di depan tv.. Tapi aku malah terjatuh lagi.. aku pun menangis lagi dan ditolong Dies..

Setelah membantuku kembali ke tempat tidur aku bilang tolong bangunin bapak Raffa... buat bantu aku dan nemenin aku ketika harus menyusui...

Besoknya.. aku sarapan, dan kondisi masih belum normal.. aku bilang ayo ke dokter.. suamiku malah bilang, ya gpp kalo pean bisa gendong Raffa.. Kata2 yang akan kuingat terus karena itu sungguh menyakitiku saat aku sakit seperti itu. Akhirnya aku bilang, ya udah telp no ibuk.. Karena dia pun harus bekerja.

Siapa lagi coba? Walau bukan ibu biologisku tapi dia yang bisa diandalkan di saat seperti ini. Yang paling dekat juga rumahnya denganku..

Akhirnya siang aku dibawa ke RS Prima Husada yang tak begitu jauh, masih di Singosari aja. Waktu itu Ibu minta tolong sama mbak Yuni tetangga baik di sana untuk bawa mobil.

Aku langsung masuk UGD.. Setelah ditangani di UGD, harus rawat inap. Kamar kelas I penuh yang sesuai BPJS, terpaksa naik kelas, aku waktu itu masih nyambungnya VIP, dan ternyata itu VVIP..

Sampai sore belum masuk kamar karena harus CT Scan di RS Persada Araya. Waktu itu aku sudah ditemani suami saja. Ibu, Rara, Raffa dan mb Yuni sudah pulang setelah membantu urus2 ini itu..

Aku pun mulai lapar.. Tapi sabar dulu nunggu CT Scan yang ternyata sekitar maghrib baru dibawa kesana.. Fiuh.. Setelah CT Scan akhirnya sampailah di kamar, karena sudah lewat jam servis makan, jadilah makannya beli. Nafsu makan masih baik banget...

Barulah ketemu dokter syaraf besoknya.. Diperiksa dan diperiksa, dicari penyebabnya dengan tes darah, tensi dsb.. Dokternya pun bingung. Karena aku gak kolesterol, gak diabetes, gak asam urat, gak darah tinggi tapi kenapa bisa terserang... Setelah hasil CT Scan didapat, ada penyumbatan di otakku yang menyebabkan aku stroke sebelah kiri itu..

Penyebabnya? Saat itu masih dicari sampai kemudian Dokter Syaraf minta bantuan Dokter Penyakit Dalam. Tes Darah berkali-kali.. Ditemukan Anemia, Trombositosis... dan yang paling mengejutkan di hari-hari terakhir aku malah divonis Thalasemia..

Semuanya terasa menyeramkan saat itu karena aku googling dan yeah.. tidak ada penyakit yang menyenangkan bukan?

Saat itu aku masih bertanya-tanya.. Kok bisa ya.. Kenapa? Dulu aku sangat sehat.. Gaya hidupku juga yang berusaha sehat, walaupun kacau setelah melahirkan.. Semua mua dimakan..

10 hari berada di Rumah Sakit akhirnya aku bisa pulang..

Sebelumnya aku diberi obat suntik untuk mengobati syaraf, dan obat dari dokter dalam cuma vitamin untuk liver..

Aku mulai bisa bergerak untuk tangan dan kaki kiri walau belum sempurna..

Suamiku dengan sabar membantuku saat aku belum bisa apa-apa, menatihku ke kamar mandi, memandikan dengan sabar, menemaniku tiap hari, tapi saat dia harus kerja aku pun tak bisa melarangnya karena tidak mungkin dia harus ijin berhari-hari lamanya.. aku pun sudah bisa mulai ditinggal..

Saat itu aku berdoa dan menguatkan tekad untuk bisa berjalan ke kamar mandi sendiri dengan berpegangan tentunya karena masih belum kuat betul di kaki kiri..

Alhamdulillah senangnya tak terkira.. Aku bisa melakukannya.. dengan hati-hati tentunya..

Saat dirumah pun, aku terus berlatih.. 

Berjalan-jalan pagi tiap hari. Lihat video fisioterapi di youtube dan coba mempraktekkannya..
Melatih tangan dengan bantuan bola tenis..
Memijat-mijat telapak dan jari kaki dan juga tangan..

Banyak hal yang kucoba dengan semangatku yaitu anakku.. Karena walaupun sudah bisa berjalan dan aktivitas ringan, tapi aku belum kuat menggendongnya..

Aku juga masih berusaha memompa asiku..

Oh iya, banyak sekali teman-temanku yang menjengukku.. Saudara-saudara juga..
Teman SMA, teman ngajar di SMK dulu (teman suami juga ini tentunya), teman-teman kantor yang mau-maunya datang dari Surabaya.. Keluarga Malang, Pasuruan, dan kakakku dari Jember juga..

Support yang cukup banyak, bantuan doa yang juga sangat membantu, dan juga bantuan finansial..

Baru ngerti kalo di RS Swasta dan naik kelas bisa habis segitu banyak.. dicover bpjsnya cm sedikit.. Baru pertama opname dan semoga ini yang pertama dan terakhir.. aamiin..

Kejadian ini jelas berpengaruh sama kondisi keuangan yang tadinya mungkin bisa finishing dapur di rumah, jadi ga bisa dehhh.. Harus nabung lagi..

Jujur aku kapok sakit, aku pengen sehat terus...

Tapi jenis penyakit ini emang lama penyembuhannya.. Bahkan aku masih antri MRI, untuk tahu lebih jelas apa yang terjadi di otakku. Dan karena MRI mahal, pake bpjs, antrian di RSSA daftar dari Januari masih akan dilaksanakan bulan Juli esok.. So wow.. Bismillah aja..

Setelah istirahat di rumah sekitar 2 mingguan lebih, karena aku harus Ujian Prajab susulan, iya aku ga bisa ikut ujian bareng teman-teman karena saat itu aku baru pulang dari RS dan masih belum bisa jalan dengan lancar. Terlebih laporanku pun belum selesai.. T.T Akhirnya aku ngantor untuk pertama kali setelah cuti lahiran + sakit di hari Rabu, 22 November 2018 dengan berbagai persiapan.. Bawa laptop, bawa beberapa baju, dan keperluanku untuk di kos. Sebelumnya aku minta tolong Vita untuk bisa kos di tempat yang sama dengannya, karena aku masih belum bisa bawa motor dan juga gak sempat nyari kos lagi.. There is no time.. Semua serba cepat dan aku harus ujian sebelum 25 November, kalau tidak ya gugur.. Alhamdulillahnya.. pihak BPSMD Jateng, menawarkan ujiannya di Kopertis saja. Jadi aku tidak perlu ke Semarang.. Sungguh setelah kesulitan ada kemudahan.. Alhamdulillah berkali-kali kuucapkan..

Baru masuk untuk pertama tentu saja aku diantar suami, kita naik kereta, kemudian uber. Setelah itu dia balik Malang lagi untuk kerja..

Ninggalin Raffa di Malang untuk kerja pertama kalinya.. Gak ketemu dia seminggu.. ah.. tapi apa daya juga.. aku pun belum punya kekuatan untuk menimangnya, memandikan, merawatnya.. Paling cuma menggodanya, ngajak main-main.. Energiku belum kembali normal..

Akhirnya 2 hari di kantor aku gunakan untuk mempersiapkan laporan, dokumentasi dan penjilidan laporan.Tak lupa membuat presentasi dan juga video untuk disajikan nanti ketika ujian. Cek aplikasi juga kulakukan.

Alhamdulillah karenaNya aku berhasil melewati semuanya dengan kemudahan. Terimakasih tak terhingga untuk Pak Purwo Bekti (alm) yang mewakili Pak Budi menjadi mentor saya, Pak Wardjito, sebagai Coach dari BPSDMD yang sangat baik dan pengertian, Pak Yatno yang menjadi penguji saya, dan Pak Atta yang selama ini mengurus kami anak-anak Latsar dan juga berkomunikasi dengan saya dari saat saya sakit sampai menjelang ujian.

Sungguh syukur tak terhingga,, Aku masih diberi kesempatan dalam segala keterbatasan untuk menyelesaikan ujian.. Padahal awalnya aku pun pasrah, andai aku harus gugur.. Tetapi Allah memiliki rencana yang indah.. Alhamdulillah..

Kemudian aku pun bekerja seperti biasa.. Dengan kondisi kaki kalau diajak naik turun tangga yang sebelah kiri masih agak lemas, tapi lama-lama pun terbiasa. Berjalan, awalnya juga masih belum normal, tapi sudah semakin baik dari hari ke hari..

Terkadang aku juga ijin untuk sekedar kontrol ke dokter atau ketika kondisi kesehatan sedang kurang baik.. Tapi aku terus berjuang tentu saja karena aku ingin seperti dulu...:)

Dokter Syaraf masih menyarankan aku untuk tes MRI.. Daftar dirujuk ke RSSA,, Karena berbagai kesibukan.. Dan ke RSSA itu artinya harus ijin gak masuk, akhirnya bulan Januari 2018 kemarin aku diantar suami buat daftar (antri) MRI. Karena pake BPJS jadi antri dan baru dapat jadwal di bulan Juli 2018. Yeah..

Semoga saja ada pencerahan setelahnya..

Memang aku menyadari banget, sejak melahirkan dan jadi busui, dengan pola makanku dulu yang banyak buah dan makan nasi merah, alhasil pasca lahiran semua itu susah untuk dipenuhi.. makan seadanya walau berkali-kali, tapi juga tetep diusahain banyak sayurnya.. buah pagi sblm sarapan.. Walau kadang sih g ada buah juga..

Mungkin juga makanku kurang nutrisinya, entahlah, pokoke aku pas jatuh sakit itu serba mengira2.. kenapa bisa kayak gini.. apa pola makan, apa capek, apa iya stres.. Kemungkinan besar sih stres, karena cuti mo habis dan karena laporan prajab untuk ujian yang belum kelar.. Mikirin adek Raffa sama siapa juga kalau aku kerja lagi.. so much things in my head that is not easy to explain, to understand..
A new mom with all the messy things in her head.. Yes I am..

Dan sudahlah... Alhamdulillah saat aku menulis ini keadaanku sudah lebih baik..
Energi belum full dengan indikator, aku belum bisa njagang tengah motor maticku.. Nggak kuat..
Kalau naik motor lagi aku kuat.. Jarak dekat aja, dari kos ke kantor dan sebaliknya.. Kalau mau pulang Malang aku memilih untuk Go-Jek saja.. Aku belum coba untuk motoran jauh.. Aku juga masih takut untuk nyebrang jalan.. Terutama saat turun bis di Song-song malam pulang dari Surabaya.. kendaraannya lalu lalangnya cepet banget.. Jadi aku memilih untuk dijemput di tempat aku turun bis...

Aku sudah bisa menggendong Raffa yang akan 8 bulan, memandikannya, menyuapinya.. Tingkah anakku pun sudah sangat banyak.. Dia maunya berdiri terus sambil pegangan..

Yeah, dialah alasan untuk aku harus terus bersemangat.. Suami dan anak.. I still have a lot of things to be done.. I won't give up.. I will fight.. With all my heart..

No comments:

@nieth_sweet